Cilegon, Banten – Kegiatan belajar mengajar di beberapa Sekolah Dasar (SD) di Cilegon terganggu akibat adanya bau menyengat yang diduga berasal dari salah satu pabrik di kawasan industri. Akibatnya, para siswa terpaksa dipulangkan lebih awal demi keselamatan dan kesehatan mereka.
Kejadian ini terjadi pada Selasa (16/04/2024) pagi, ketika para siswa mulai mengeluhkan bau menyengat yang membuat mereka mual dan pusing. Beberapa siswa bahkan mengalami iritasi pada mata dan tenggorokan. Pihak sekolah, yang khawatir dengan kondisi para siswa, segera mengambil tindakan dengan memulangkan mereka.
“Kami menerima laporan dari beberapa sekolah terkait adanya bau menyengat yang mengganggu kegiatan belajar mengajar. Setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, kami memutuskan untuk memulangkan para siswa demi keselamatan mereka,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ibu Heni Anita Susila.
Pihak Dinas Pendidikan Kota Cilegon juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon untuk menyelidiki sumber bau menyengat tersebut. Tim dari DLH segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan mengambil sampel udara.
“Kami sedang melakukan investigasi untuk mencari tahu sumber bau menyengat ini. Kami juga telah mengambil sampel udara untuk dianalisis di laboratorium,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Bapak Ujang Imlan.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Cilegon juga turut melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Mereka akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.
“Kami akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pihak pabrik yang diduga menjadi sumber bau menyengat, untuk dimintai keterangan,” ujar Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana.
Kejadian ini membuat para orang tua siswa khawatir dengan kesehatan anak-anak mereka. Mereka berharap, pihak terkait segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini.
“Kami berharap, pihak terkait segera menemukan sumber bau menyengat ini dan mengambil tindakan tegas agar kejadian ini tidak terulang kembali,” ujar salah seorang orang tua siswa.
Pihak sekolah mengimbau para siswa untuk tetap berada di rumah dan menghindari aktivitas di luar ruangan hingga kondisi udara kembali normal. Mereka juga meminta para orang tua untuk memantau kesehatan anak-anak mereka dan segera membawa mereka ke dokter jika mengalami gejala yang tidak biasa.
