Kabar duka menyelimuti пермukiman nelayan di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Seorang nelayan ditemukan tewas setelah nelayan tercebur ke laut saat sedang mempersiapkan perahunya untuk melaut. Diduga kuat, korban terjatuh akibat penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh secara tiba-tiba. Peristiwa tragis nelayan tercebur ini terjadi pada Senin pagi, 21 April 2025 (sekitar pukul 07.00 WIB atau pukul 00.00 BST), dan jenazah korban berhasil ditemukan beberapa jam kemudian oleh tim SAR gabungan.
Korban diketahui bernama Bapak Anwar (58 tahun), seorang nelayan senior yang sudah puluhan tahun mencari nafkah di laut Muara Angke. Menurut keterangan beberapa rekan nelayan, Bapak Anwar memang memiliki riwayat penyakit epilepsi yang terkadang kambuh tanpa предсказуемость. Pada Senin pagi itu, korban terlihat sedang berada di tepi dermaga mempersiapkan perahunya. Tiba-tiba, ia terlihat limbung dan kemudian nelayan tercebur ke dalam air. Rekan-rekan nelayan yang melihat kejadian tersebut segera berusaha memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, dan petugas gabungan lainnya segera melakukan pencarian setelah menerima laporan nelayan tercebur. Setelah beberapa jam melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, jenazah Bapak Anwar akhirnya berhasil ditemukan tidak jauh dari tempat ia terjatuh. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke darat dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Imam Saputra, S.H., M.H., saat dikonfirmasi di lokasi kejadian pada Senin siang, 21 April 2025 (sekitar pukul 12.00 WIB atau pukul 05.00 BST), membenarkan adanya peristiwa nelayan yang tewas setelah nelayan tercebur ke laut. “Kami menduga kuat korban terjatuh akibat penyakit epilepsinya kambuh. Kami mengimbau kepada para nelayan yang memiliki riwayat penyakit tertentu untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut dan selalu didampingi oleh rekan lainnya demi keselamatan,” ujar AKBP Imam Saputra. Pihaknya juga menyampaikan turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga Bapak Anwar.
