Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Panca Terhadap 4 Anak Kandungnya di Jagakarsa Terungkap!

Jakarta Selatan – Fakta mengerikan di balik kasus pembunuhan empat anak kandung di Jagakarsa, Jakarta Selatan, mulai terkuak melalui proses rekonstruksi yang digelar oleh pihak kepolisian. Rekonstruksi yang berlangsung pada Kamis, 7 Desember 2023, di rumah kontrakan pelaku di Jalan Kebagusan Dalam III, RT 03/RW 08, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, menghadirkan tersangka tunggal, Panca Darmansyah (41), untuk memperagakan secara detail kronologi pembunuhan sadis tersebut.

Rekonstruksi yang dimulai pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung selama beberapa jam ini, dipimpin oleh tim penyidik dari Polda Metro Jaya. Sebanyak 38 adegan diperagakan oleh Panca, menggambarkan secara runtut bagaimana ia menghabisi nyawa keempat buah hatinya yang malang, yaitu VA (6 tahun), SA (4 tahun), RA (3 tahun), dan DA (1 tahun).

Dalam rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa pembunuhan dilakukan secara bertahap dalam rentang waktu antara Sabtu, 2 Desember 2023 hingga Minggu, 3 Desember 2023. Tempat kejadian seluruhnya berada di dalam rumah kontrakan pelaku. Panca memperagakan bagaimana ia melakukan kekerasan fisik hingga menyebabkan kematian pada setiap anaknya. Motif pembunuhan yang sebelumnya diduga karena masalah rumah tangga dan depresi pelaku semakin diperjelas melalui adegan-adegan yang diperagakan.

Kronologi kejadian berdasarkan rekonstruksi menunjukkan bahwa Panca melakukan pembunuhan dengan cara membekap mulut dan hidung korban menggunakan tangan hingga lemas dan tidak bernyawa. Pembunuhan diduga dilakukan saat sang istri, Devi Manisha, sedang tidak berada di rumah karena dirawat di rumah sakit akibat KDRT yang sebelumnya dilakukan oleh pelaku.

Rekonstruksi ini juga memperlihatkan bagaimana Panca berupaya menyembunyikan jenazah keempat anaknya di dalam kamar mandi rumah kontrakan. Adegan-adegan tersebut memberikan gambaran yang mengerikan tentang tindakan keji yang dilakukan oleh seorang ayah terhadap anak-anaknya sendiri.

Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Pol. Fadil Imran, yang turut memantau jalannya rekonstruksi, menyatakan bahwa proses ini sangat penting untuk melengkapi berkas penyidikan dan mengungkap secara utuh motif serta rangkaian peristiwa pembunuhan sadis ini. Hasil rekonstruksi akan menjadi salah satu alat bukti krusial dalam persidangan nanti.

Rekonstruksi pembunuhan ini tentu menambah luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas. Kejelasan kronologi dan motif melalui rekonstruksi diharapkan dapat membawa keadilan bagi keempat anak malang tersebut.

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Jakarta, Indonesia