Aksi pemuda berkelahi kembali terjadi di wilayah Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Tebet, pada Rabu malam, 30 April 2025, sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa yang melibatkan dua orang pemuda berkelahi ini diduga kuat dipicu oleh aksi saling sindir di media sosial yang kemudian berlanjut hingga pertemuan fisik. Akibat perkelahian tersebut, kedua pemuda mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Pihak kepolisian dari Polsek Tebet yang menerima laporan dari warga segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan situasi dan melakukan penyelidikan.
Informasi dari saksi mata di sekitar lokasi kejadian menyebutkan bahwa kedua pemuda berkelahi tersebut sebelumnya terlibat adu argumen sengit. Diduga, perselisihan bermula dari komentar saling menyindir di platform media sosial yang kemudian memicu emosi keduanya hingga sepakat untuk bertemu dan menyelesaikan masalah secara fisik. Perkelahian yang terjadi cukup brutal dan menyebabkan keduanya mengalami luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut berusaha melerai, namun perkelahian baru berhenti setelah petugas kepolisian tiba di lokasi.
Kedua pemuda berkelahi yang diketahui berinisial AR (20 tahun) dan BS (21 tahun) tersebut kemudian diamankan oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian. Kapolsek Tebet, Kompol Chitya Intania Kusnita, membenarkan adanya insiden perkelahian antar pemuda tersebut. “Kami telah mengamankan dua orang pemuda yang terlibat perkelahian. Dugaan sementara, perkelahian ini dipicu oleh saling sindir di media sosial,” ujar Kompol Chitya saat dikonfirmasi pada Kamis pagi, 1 Mei 2025.
Lebih lanjut, Kompol Chitya mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemuda, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu konflik. Pihaknya juga menyayangkan adanya aksi pemuda berkelahi yang seharusnya bisa diselesaikan secara damai. Saat ini, kedua pemuda tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Tebet. Pihak kepolisian akan mempertimbangkan sanksi yang akan diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan. Diharapkan, kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih mengedepankan penyelesaian masalah secara musyawarah dan menghindari tindakan kekerasan.
