Hari: 13 Mei 2025

5 Ormas Mabuk Minta Setoran Diamankan Polisi di Jakbar

5 Ormas Mabuk Minta Setoran Diamankan Polisi di Jakbar

Aparat kepolisian dari Polsek Kembangan, Jakarta Barat, mengamankan lima orang anggota organisasi masyarakat (ormas) dalam keadaan mabuk yang kedapatan minta setoran secara paksa kepada sejumlah pedagang di kawasan Pasar Cengkareng pada hari Rabu, 14 Mei 2025, dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Penangkapan ini dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari para pedagang yang merasa resah dengan tindakan minta setoran yang disertai dengan intimidasi tersebut.

Kapolsek Kembangan, Kompol Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa penangkapan kelima anggota ormas tersebut berawal dari patroli rutin yang dilakukan anggotanya di sekitar area pasar. Petugas mendapati sekelompok orang yang dalam kondisi terpengaruh alkohol sedang memaksa sejumlah pedagang untuk memberikan sejumlah uang. “Kami langsung melakukan tindakan tegas dengan mengamankan kelima orang tersebut beserta barang bukti berupa sejumlah uang tunai dan beberapa botol minuman keras,” ujar Kompol Slamet Riyadi.

Lebih lanjut, Kompol Slamet Riyadi menambahkan bahwa berdasarkan keterangan para saksi dan korban, kelima anggota ormas tersebut tidak hanya minta setoran tetapi juga mengeluarkan kata-kata kasar dan mengancam para pedagang yang menolak memberikan uang. Tindakan ini tentu saja meresahkan dan mengganggu ketertiban umum. Kelima orang yang diamankan tersebut diketahui berinisial A (32), B (35), C (40), D (38), dan E (33).

Saat dilakukan penangkapan, kelimanya tidak melakukan perlawanan berarti karena dalam kondisi mabuk. Mereka kemudian dibawa ke Mapolsek Kembangan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian akan mendalami lebih lanjut motif dari tindakan minta setoran ini dan apakah ada keterlibatan pihak lain. Kompol Slamet Riyadi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk premanisme dan akan menindak tegas siapapun yang mencoba mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Kembangan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pedagang, untuk tidak takut melaporkan segala bentuk tindakan pemerasan atau intimidasi kepada pihak kepolisian. Kami akan menjamin keamanan para pelapor,” tegas Kompol Slamet Riyadi. Kelima anggota ormas yang diamankan tersebut terancam pasal tentang pemerasan dan perbuatan tidak menyenangkan. Pihak kepolisian akan terus melakukan patroli rutin untuk mencegah terjadinya tindakan serupa dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Bantuan Erupsi Lewotobi dari Kemensos Fokus ke Flores Timur

Bantuan Erupsi Lewotobi dari Kemensos Fokus ke Flores Timur

Kementerian Sosial (Kemensos) terus bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang difokuskan ke wilayah ini meliputi berbagai kebutuhan mendesak para pengungsi, sebagai respons atas aktivitas vulkanik gunung yang meningkat.

Sejak Erupsi Lewotobi pertama pada Selasa (7/1/2024), Kemensos telah mengirimkan berbagai jenis bantuan logistik ke Flores Timur. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, family kit, tenda, hingga kebutuhan sanitasi seperti toilet portabel. Langkah ini bertujuan untuk memastikan para pengungsi mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Selain bantuan logistik, Kemensos juga menerjunkan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu proses evakuasi, mendirikan dapur umum, dan memberikan dukungan psikososial kepada para pengungsi yang mengalami trauma akibat bencana. Tenaga kesehatan juga turut dikerahkan untuk memberikan pelayanan medis di posko-posko pengungsian yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk sejumlah titik pengungsian yang tersebar di Flores Timur.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat Flores Timur yang terdampak erupsi. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Fokus bantuan Kemensos ke Flores Timur ini didasari oleh dampak erupsi yang signifikan di wilayah tersebut, yang menyebabkan ribuan warga mengungsi dan membutuhkan bantuan mendesak. Pemerintah menyadari bahwa penanganan bencana erupsi membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki. Bantuan dari berbagai pihak, termasuk Kemensos, akan terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga situasi kembali normal.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki. Bantuan dari berbagai pihak, termasuk Kemensos, akan terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga situasi kembali normal, memastikan setiap individu dan keluarga terdampak mendapatkan perhatian dan uluran tangan yang diperlukan dalam masa sulit ini. Pemerintah juga berjanji akan terus memantau dan mengevaluasi situasi di lapangan.

Isu Penggeledahan Kantor Diskominfo Tangsel Mencuat, Polda Metro dan Pemkot Serempak Membantah

Isu Penggeledahan Kantor Diskominfo Tangsel Mencuat, Polda Metro dan Pemkot Serempak Membantah

Kabar mengejutkan beredar mengenai dugaan penggeledahan kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangerang Selatan (Tangsel) oleh pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya. Namun, isu ini dengan cepat dibantah oleh kedua belah pihak, baik dari Polda Metro Jaya maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan. Penolakan serempak ini menimbulkan tanda tanya dan spekulasi di kalangan masyarakat dan media.

Kabar mengenai penggeledahan kantor Diskominfo Tangsel mulai ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan sejumlah portal berita daring. Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan terkait kasus tertentu yang sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya yang melibatkan instansi tersebut. Namun, detail mengenai kasus yang dimaksud masih belum jelas dan simpang siur.

Menanggapi isu yang berkembang, pihak Polda Metro Jaya melalui juru bicaranya dengan tegas membantah adanya penggeledahan di kantor Diskominfo Tangsel. Mereka menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada operasi atau tindakan hukum yang dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya di kantor dinas tersebut. Bantahan serupa juga disampaikan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui perwakilan resminya. Pemkot Tangsel memastikan bahwa aktivitas di kantor Diskominfo berjalan normal dan tidak ada kegiatan penggeledahan seperti yang diberitakan.

Kontradiksi antara kabar yang beredar dengan bantahan resmi dari Polda Metro Jaya dan Pemkot Tangsel menimbulkan kebingungan. Masyarakat dan media kini bertanya-tanya mengenai sumber informasi awal yang menyebutkan adanya penggeledahan tersebut. Spekulasi pun bermunculan, mulai dari kemungkinan adanya kesalahpahaman informasi, hingga adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja menyebarkan isu yang tidak benar.

Meskipun dibantah, isu mengenai dugaan penggeledahan ini tetap menjadi perhatian publik. Transparansi dan keterbukaan informasi dari pihak berwenang menjadi penting untuk menghindari kesimpangsiuran dan menjaga kepercayaan masyarakat. Jika memang tidak ada penggeledahan, klarifikasi yang jelas dan akurat perlu disampaikan kepada publik.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga diharapkan dapat terus menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional dan akuntabel. Jika memang ada permasalahan atau isu yang perlu diklarifikasi terkait kinerja Diskominfo, Pemkot diharapkan dapat memberikan penjelasan

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Jakarta, Indonesia